Langsung ke konten utama

Staycation Glamping ala Mongolia di Highland Park Resort

Apache Camp di Highland Park Resort (Foto: trivago.co.id)


Dengan trend staycation yang kini tengah ramai di masyarakat, banyak tempat penginapan yang berlomba menciptakan suasana dan pengalaman unik yang dapat membuat pengunjung tertarik menjadikannya sebagai tujuan staycation. Salah satunya adalah Highland Park Resort. Highland Park Resort ini menawarkan suasana staycation glamping ala Mongolia yang unik dan jarang ditemui di tempat lain. Penasaran dengan apa saja yang ada di Highland Park Resort? Simak artikel ini sampai habis, ya!

Staycation adalah trend berlibur baru yang kini tengah ramai di masyarakat. Staycation sendiri sebenarnya adalah sebutan untuk menginap di hotel, villa, apartemen, maupun tempat menginap lainnya. Meskipun hanya menginap, staycation tetap bisa menjadi salah satu cara untuk refreshing dan melepas kepenatan, lho. Kamu bisa beristirahat dengan disuguhi suasana baru, mencoba fasilitas yang disediakan, dan mengeksplorasi area sekitar tempat penginapan. Maka dari itu, penting mencari tempat staycation yang nyaman dan menarik agar kita dapat menikmati waktu staycation dengan baik.

Highland Park Resort bisa menjadi salah satu tujuan untuk kamu kamu yang ingin staycation dengan suasana baru dan unik. Resort dengan luas 10,8 hektar ini menawarkan staycation dengan konsep Glamping ala Mongolia. Berlokasi di kaki gunung, di Highland Park Resort kamu bisa menikmati sejuknya udara pegunungan sambil melihat pemandangan Gunung Salak yang indah. Tak hanya itu, resort dengan arsitektur ala Mongolia ini juga dikelilingi dengan taman bunga krisan dan anthurium luas yang semakin menambah keindahannya.

Sebelum menjadi sebuah resort, Highland Park Resort ini adalah adalah sebuah tempat pembibitan bunga yang hasilnya dijual ke Jakarta, Bali, hingga diekspor ke luar negeri. Salah satu bunga yang menjadi primadona tempat pembibitan ini adalah Anthurium. Banyak sekali para pecinta bunga yang berasal dari berbagai daerah mengunjungi tempat ini untuk membeli bibit bunga tersebut. Dikarenakan banyaknya pembeli dari luar daerah yang merasa kebingungan mencari tempat menginap saat berkunjung ke sini, akhirnya tempat pembibitan ini dibangun menjadi Highland Park Resort seperti yang ada sekarang ini.

Highland Park Resort yang beralamat di Jalan Curug Nangka Sinarwangi, Sukajadi, Kecamatan Tamansari ini adalah pelopor resort berkonsep Glamping di Bogor. Highland Park Resort ini menyediakan beberapa tipe kamar yang bisa kamu pilih untuk menginap. Tipe-tipe kamar tersebut memiliki konsep dan harga yang berbeda satu sama lainnya. Apa saja sih tipe-tipe kamar tersebut?

1.       Rumah Pohon

Rumah Pohon (Foto: Traveloka)

Kamar dengan luas 30m2 ini adalah tipe kamar paling luas yang tersedia di Highland Park Resort. Tipe kamar ini biasa diperuntukkan bagi pengunjung yang ingin menginap sekeluarga karena memiliki 1 super king bed dan empat buah sofabed. Kamar ini dilengkapi fasilitas seperti AC, wifi, TV kabel, dan kamar mandi. Adapun harga untuk menginap per malamnya yaitu sebesar IDR 2.130.000.

2.       Mongolian Camp

Mongolian Camp (Foto: thehighlandparkresortbogor.com)

Tipe kamar Mongolian Camp ini menawarkan konsep menginap di tenda glamping ala Mongolia. Kamar seluas 25m2 dilengkapi fasilitas yang sama seperti rumah pohon, yaitu AC, wifi, TV kabel, dan kamar mandi. Mongolian Camp ini terdiri dari tipe kamar standar, superior, dan deluxe. Untuk tipe kamar standar dan superior, tersedia satu buah double bed, sedangkan untuk tipe kamar deluxe tersedia satu buah super king bed dan satu buah sofabed. Untuk menginap di Mongolian Camp ini dibutuhkan harga sebesar IDR 1.345.000 sampai IDR 1.775.000 per malamnya.

3.       Apache Camp

Apache Camp (Foto: Tripadvisor)

Apache camp ini menawarkan konsep menginap di sebuah tenda berbentuk kerucut dengan luas 20m2. Terlihat seperti tenda sungguhan memang, namun sebenarnya kontruksi kamar ini tetap terbuat dari batu bata yang kokoh, kok, sehingga aman dan nyaman untuk ditempati. Sama seperti tipe kamar lainnya, Apache Camp dilengkapi dengan fasilitas AC, wifi, TV kabel, serta kamar mandi. Apache Camp menyediakan satu buah super king bed dan dua buah sofa bed. Di Highland Park Resort tersedia 27 Apache Camp yang bisa disewa dengan harga per malamnya sebesar IDR 1.203.000.

Selain menginap, Highland Park Resort juga menyediakan banyak fasilitas dan kegiatan yang bisa kamu coba selama staycation, seperti flying fox, high rope, horse riding, archery, mini golf, wall climbing, karaoke, duck boat, zip bike, lapangan futsal, fun fishing, dan masih banyak lagi. Jadi, kamu tak perlu khawatir merasa bosan selama staycation. Namun, untuk mencoba kegiatan-kegiatan tersebut, jangan lupa menyiapkan biaya lagi, ya!

Di Highland Park Resort ini terdapat pula restoran dengan berbagai macam menu Asia dan Western yang bisa kamu coba. Kamu tak perlu kebingungan lagi deh mencari makanan selama staycation.

Nah itu dia ulasan singkat tentang Highland Park Resort. Bagaimana? Apakah kamu tertarik mencoba staycation di resort glamping ala Mongolia ini?

 

 

https://sentul.city/highland-park-resort/

https://anekatempatwisata.com/highland-park-resort/

https://www.tiket.com/hotel/indonesia/the-highland-park-resort-hotel-bogor/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ini Dia 5 Wahana Seru JungleLand Adventure Theme Park Bogor yang Wajib Dicoba

JungleLand Adventure Theme Park Tak hanya memiliki wisata alam, Bogor juga memiliki tempat wisata berbentuk theme park yang di dalamnya terdapat banyak sekali wahana seru yang bisa dicoba oleh pengunjung. JungLeland Adventure Theme Park adalah sebuah taman hiburan yang berlokasi di kaki Gunung Pancar, Sentul Bogor. Theme park dengan luas 35 hektar ini terbagi atas 4 zona yang di dalamnya terdapat total 37 wahana permainan yang bisa dicoba oleh para pengunjung. Nah, berikut ini adalah 5 rekomendasi wahana seru yang wajib kamu coba di JungleLand Adventure Theme Park Bogor! 1.        Disc’O Wahana Disc'O (Foto: BakrieLand) Wahana Disc’O adalah wahana yang dikhususkan untuk pengunjung dewasa dengan minimal tinggi badan 135 cm. Wahana ini berbentuk lempengan bundar seperti piring raksasa yang di atasnya terdapat tempat-tempat duduk. Dari atas tempat duduk, kamu akan dibawa berputar 360 derajat sambil diayunkan setinggi 15 meter ke kanan dan ke kiri. Wahana yang ...

Titik Kumpul Cafe, Cafe Berkonsep Beach Club ala Bali

Titik Kumpul Cafe Puncak Bogor (Foto: instagram.com/titik.kumpullll) Bali terkenal dengan beach club-nya yang menjadi tempat nongkrong hits para wisatawan baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Ingin mencoba nongkrong di beach club ala Bali? Tak usah jauh-jauh. Kini, di Puncak Bogor ada café yang dibuat mirip dengan konsep beach club Bali, lho, Titik Kumpul namanya. Titik Kumpul adalah sebuah café kekinian di daerah Puncak Bogor yang mengusung konsep beach club ala Bali. Namun, tak sepenuhnya dibuat mirip dengan beach club Bali, Titik Kumpul ini memiliki keunikan tersendiri, lho. Titik Kumpul memadukan konsep beach club modern dengan konsep tradisional khas Sunda yang ditandai dengan banyaknya ornamen kayu dan bambu pada arsitekturnya. Dua konsep tersebut dipisahkan oleh area indoor dan outdoor . Area indoor atau area yang berada di dalam ruangan, kental akan sentuhan tradisional dengan banyaknya penggunaan ornamen-ornamen kayu, seperti tangga kayu, meja dan kursi-kursi kayu, s...

Jembatan Merah Sang Saksi Sejarah

  Jembatan Merah Bogor (Foto: SINDOnews) Siapa yang tak tahu Jembatan Merah? Jembatan Merah adalah salah satu ikon yang cukup vital bagi aktivitas masyarakat Bogor karena lokasinya yang mengarah ke pusat kota. Namun tahukah kamu bahwa jembatan yang sekarang dikenal dengan kemacetannya ini rupanya pernah menjadi saksi sejarah di masa lalu? Tahun ke tahun telah terlewati sejak 1881 hingga sekarang. Jembatan Merah, satu ikon Kota Bogor yang dibangun pada tahun tersebut rupanya pernah menjadi saksi sejarah di masa masa lalu. Sejak awal dibangunnya, jembatan ini telah dijuluki dengan sebutan Jembatan Merah atau Rode Brug oleh Belanda. Konon katanya, dijuluki jembatan merah karena jembatan ini dibangun dari batu bata berwarna merah. Di masa penjajahan Belanda, jembatan yang membentang melintasi Sungai Cipakancilan ini pernah menjadi saksi gigihnya rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya. Saat itu, para pejuang Indonesia memasuki Kota Bogor melalui jembatan ini untuk me...