Ardhy adalah seorang tour guide tetap di Kebun Raya Bogor. Sebelum menjadi tour guide, ia awalnya adalah seorang security. Bagaimana ia akhirnya bisa menjadi tour guide tetap di Kebun Raya Bogor?
Ardhy lahir pada 25 februari 1980 di Kota Bogor. Di Kota Bogor pula lah ia menghabiskan seluruh hidupnya dari kecil hingga saat ini. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Jenjang pertama pendidikannya ia lalui di Sekolah Dasar Negeri Kartika I Bogor. Ia lulus pada 1993 dan melanjutkan pendidikannya ke SMP Negeri 5 Bogor. Pada 1996, setelah ia menuntaskan Sekolah Menengah Pertamanya, ia melanjutkan pendidikan ke SMK PGRI 2 Bogor dengan mengambil jurusan mesin. Melanjutkan kejurusan mesin yang diambilnya di SMK, pada 1999 ia akhirnya berkuliah dengan mengambil jurusan Teknik Elektro. Namun, pada 2004, ia memutuskan untuk berhenti dan tidak melanjutkan studi Teknik Elektro yang diambilnya dan memilih untuk menikah.
Setelah menikah, pada 2005 ia mulai
bekerja sebagai seorang security di Jakarta. Pada 2007, ia mendapatkan
kesempatan untuk mendaftar kerja di Kebun Raya Bogor sebagai seorang security. Ya,
sebelum menjadi tour guide tetap di Kebun Raya Bogor seperti sekarang, ia
memulai kariernya sebagai security. Selama satu tahun bekerja menjadi security, ia justru merasa memiliki
kekurangan pada bidang tersebut. Dengan kekurangannya pada bidang tersebut, muncullah
keinginan pada dirinya untuk berkembang dan mempelajari bidang lain. Akhirnya, pada
2008 ─ 2009, ia mulai mencari tahu dan belajar mengenai flora,
jenis dan suku-suku tumbuhan, sampai bahasa Inggris. Ia belajar bukan melalui
pendidikan formal ataupun lembaga, didorong rasa keingintahuannya yang tinggi,
ia menemui banyak peneliti-peneliti yang ada di Kebun Raya Bogor untuk belajar.
Ketertarikannya pada bahasa Inggris
kian meningkat setiap harinya. Akhirnya pada 2010, ia memutuskan untuk
melanjutkan kembali studinya di Universitas Terbuka dengan mengambil jurusan
Bahasa Inggris. Meskipun berkuliah, ia masih tetap bekerja di Kebun Raya Bogor.
Ketertarikannya yang tinggi pada bahasa Inggris ini membuatnya tak puas hanya belajar
di satu tempat. Pada 2011 ─ 2013, ia
mulai belajar bahasa Inggris secara intensif bersama seorang peneliti di Kebun
Raya Bogor bernama Ibu Rismita. Pada 2014, ia kembali mendapatkan kesempatan
belajar bahasa Inggris secara intensif selama satu setengah tahun, kali ini
bersama seorang volunteer dari Australia.
Selain bahasa Inggris, ketertarikannya pada tumbuhan
juga cukup tinggi. Didorong ketertarikannya itu, pada 2014 ia mulai masuk ke
tim bidang edukasi bernama Wisata Flora di Kebun Raya Bogor sambil masih
menyambi sebagai security. Di tim wisata flora ia digembleng untuk mempelajari public speaking, fasilitator, dan koleksi
tumbuhan mulai dari jenis-jenis sampai sukunya. Di tim wisata flora tersebut jugalah ia memulai kariernya sebagai
tour guide khususnya untuk anak-anak sekolah.
Untuk ukuran security, memiliki kemampuan
berbahasa Inggris dan pengetahuan mendalam mengenai tumbuhan tentu bukanlah hal
yang biasa. Melihat kegigihan, keingintahuan yang tinggi, serta pengetahuan
yang dimilikinya, akhirnya pada 2020, pihak manajemen Kebun Raya Bogor
menariknya ke Visitor Center sebagai tour guide tetap.
Saat ini, kesibukannya di Visitor Center
sebagai tour guide Kebun Raya Bogor di antaranya adalah menginformasikan hal-hal terkait Kebun
Raya Bogor, menjadi tour guide untuk umum atau dikenal dengan nama Tour de
Kebun Raya, menjadi tour guide untuk anak-anak sekolah atau Study tour, menangani
tour secara virtual yang dikenal dengan nama Virtual Tour de Kebun Raya Bogor,
sampai melakukan marketing melayani penyewaan area.
Selama bekerja di Kebun Raya Bogor,
Ardhy banyak mendapatkan pengalaman penting dan berharga. Saat menjadi
security, ia sering membantu akses Presiden RI untuk keluar-masuk Istana Bogor.
Ia juga pernah memimpin tour anggota DPR RI saat berkunjung ke Kebun Raya Bogor
pada November 2021 lalu.
Dari perjalanan hidupnya ini, ia dapat mengambil motto hidup bahwa teruslah belajar dan jangan lupa untuk bersyukur. Perbanyaklah rasa ingin tahu. Saat ini, sumber ilmu bisa didapatkan di mana saja tak hanya dari buku atau pendidikan formal. Jadi, kejarlah banyak sumber-sumber ilmu tersebut dan teruslah berkembang. —VZ
Komentar
Posting Komentar